PELUANG & INOVASI ( Jurnal Refleksi Minggu ke 2 )

Bulan September merupakan bulan pertama saya bekerja di Hongkong bertepatan dengan bulan kelahiranku, banyak kejadian baru yang saya temukan dan tidak pernah saya perkirakan sebelumnya. Begitu juga untuk tugas membuat jurnal refleksi minggu ke dua ini.
Materi di minggu ke dua ini mempelajari tentang peluang dan inovasi. Modul pertama yang saya baca di kelas edmodo adalah "efektuasi" (oleh Saras D.Sarasvathy Darden Graduate School of Business, University of Virginia, riset dan mengembangkan teori efektuasi). Efektuasi adalah seperangkat prinsip-prinsip pengambilan keputusan yang dilakukan oleh entrepreneur dalam menghadapi situasi tidak pasti. Alternatif lain dari efektuasi adalah kausalitas (causality), yang menggambarkan pengambilan keputusan yang berdasarkan pada prediksi.
Dengan mempelajari teori ini kita mampu menemukan diri, membangun diri dan memperoleh cara baru berpikir untuk mendukung kegiatan entrepreneurial di masa depan. membangun pengetahuan entrepreneurship mereka sendiri dengan mengeksplorasi kemampuan mereka dan mengambil tindakan untuk merencanakan dan melaksanakan sebuah kegiatan entrepreneurial.
Menarik sekali seandainya bisa mengambil keputusan dengan prediksi. Untuk memahami materi ini, saya baca berulang-ulang sampai benar-benar paham tentang maksud yang di sampaikan.
Peluang adalah sesuatu yang ditemukan oleh seorang entrepreneur untuk memecahkan sebuah masalah nyata dalam kehidupan atau untuk meningkatkan nilai tambah (Frederic, Kuratko, Hodgetts (2006)”Entrepreneurship:Theory & Practice”).
Peluang bisnis ritel di indonesia semakin menjanjikan.Tahun ini, kementerian Perdagangan mencatat perkiraan pembelian barang konsumsi mencapai Rp 3.800 triliun, sedangkan impor barang konsumsi Rp 220 triliun. Artinya, ada sekitar 7% peluang ritel Indonesia yang bakal raib, terganti oleh produk asing. Maka untuk bisa bersaing dengan dengan pasar swasta, pasar rakyat harus dilakukan pembenahan, antara lain, harus memenuhi kriteria tertib aturan, nyaman dan ramah terhadap konsumen, mempromosikan produk dalam negeri, menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan ramah terhadap lingkungan.
Dalam kuliah sabtu bersama Bpk Tedy di materi minggu ke-2, Kami mempelajari bagaimana seandainya produk atau jasa yang kita jual sudah ada di lingkungan. Maka disitu kita memerlukan yang namanya inovasi.
Bisnis adalah pertukaran value dari anda kepasar anda. Kita dapat menghasilkan value yaitu dengan membuat sesuatu yg dibutuhkan oleh pelanggan, sesuatu yang mereka akan suka dan akan mencari kita untuk membeli produk kita. Akan tetapi produk yang kita jual kadang sudah ada di pasaran sehingga kita memerlukan otak dan inovasi. Pada dasarnya ada 12 titik inovasi. Kita mempelajari 4 titik inovasi, yaitu : titik produk, titik market, titik proses, titik channel. Inovasi produk artinya produknya kita buat benar-benar berbeda. Misalkan bentuk produk atau kemasannya. Inovasi market misalkan target pasar dibedakan sesuai umur atau golongan. Inovasi proses misalkan kalo kita usaha warung pembeli biasanya antri, kita rubah prosesnya menjadi prasmanan atau mengambil sendiri makanan. Yang ke-4 adalah inovasi Channel. Channel adalah Tempat atau sistem dimana kita berjualan. Misalkan kalo kita berjualan melalui social media seperti Fb, Twiiter, website atau kita jualannya offline ditoko/ warung maka itulah yang disebut channel penghubung kita dengan pelanggan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemilihan Lokasi Usaha ( Jurnal Refleksi Minggu 3 )

PENGANTAR KE BISNIS RITEL ( Jurnal Refleksi Minggu 1)