KEUANGAN ( Jurnal refleksi 6 )
Setiap usaha dari yang paling kecil
sekalipun membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran,
produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik.
Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dari beberapa hal itu, kita harus tahu bagaimana menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.
Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi. Dari beberapa hal itu, kita harus tahu bagaimana menghindari resiko manajemen yang dapat menyebabkan kegagalan usaha.
Perlu juga ada pengetahuan dasar pengelolaan
keuangan dan pembiayaan. Pemahaman atas aspek
ini adalah sangat penting dalam perkembangan usaha. Seringkali produksi
terganggu karena pengelolaan keuangan yang tidak baik seperti kekurangan dana
untuk pembelian bahan baku, alat-alat produksi dan lainnya. Pengetahuan dasar atas cash flow/ arus kas bagaikan darah
dalam tubuh manusia, biaya pendanaan, pembiayaan modal kerja dan investasi,
struktur modal, aset perusahaan, penyertaan modal dan lainnya.
Cash flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada diperusahaan dalam suatu periode tertentu. Cash flow menggambarkan berapa uang yang masuk (cash in) ke perusahaan dan jenis-jenis pemasukan tersebut. Cash flow juga menggambarkan berapa uang yang keluar (cash out) serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan.
Uang masuk dapat berupa pinjaman dari lembaga keuangan atau hibah dari pihak tertentu. Uang masuk juga dapat diperoleh dari penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari penghasilan atau pendapatan yang diperoleh dari yang berhubungan langsung dengan usaha yang sedang dijalankan seperti penjualan. Disamping itu, uang masuk bisa pula berasal dari pendapatan lainnya yang bukan dari usaha utama.
Uang keluar merupakan
sejumlah uang yang dikeluarkan perusahaan dalam suatu periode, baik yang
langsung berhubungan dengan usaha yang dijalankan, maupun yang tidak ada
hubungannya saama sekali dengan usah utama. Uang keluar ini merupakan
biaya-biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk berbagai keperluan yang
berkaitan dengan kegiatan usaha, seperti pembayaran cicilan utang dan bunga
pinjaman, biaya produksi, biaya tenaga kerja, biaya pemasaran dan biaya
lain-lainnya.
Dalam cash flow semua data pendapatan yang akan diterima dan biaya yang akan dikeluarkan baik jenis, maupun jumlahnya di estimasi (pendugaan) sedemikian rupa, sehingga menggambarkan kondisi pemasukan dan pengeluaran dimasa yang akan datang.
Estimasi pendapatan dan biaya merupakan perkiraan berapa pendapatan yang akan diperoleh dan berapa besarnya biaya yang akan dikeluarkan dalam suatu periode. Kemudian jenis-jeis pendapatan dan biaya apa saja yang dikeluarkan serta berapa besar pendapatan yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan setiap pos. Pada akhirnya cash flow akan terlihat pada kas akhir yang diterima perusahaan.
Jadi, arus kas adalah jumlah uang yang masuk dan keluar dalam suatu perusahaan mulai dari investasi dilakukan sampai dengan berakhirnya investasi tersebut.
Dalam hal ini bagi investor yang terpenting adalah berapa kas bersih yang diterima dari uang yang diinvestasikan disuatu usaha, pentingnya kas akhir bagi investor jika dibandingkan dengan laba yang diterima perusahaan dikarenakan:
1. Kas
diperlukan untuk memenuhi kebutuhan uang tunai sehari-hari
2. Kas
digunakan untuk membayar semua kewajiban yang jatuh tempo
3. Kas
juga digunakan untuk melakukan investasi kembali
Mengukur kelayakan suatu proyek secara finansial dimulai dari estimasi biaya dan pendapatan yang dihasilkan dari proyek tersebut.
Estimasi biaya akan mencakup :
1. Estimasi biaya investasi awal
Estimasi segala biaya yang merupakan
pengeluaran yang dipergunakan untuk memperoleh aset fisik yang diharapkan
memiliki umur pemakaian lama, meliputi biaya memperoleh ijin usaha, biaya
peralatan, biaya instalansi, biaya engineering, biaya pelatihan, biaya
pembelian tanah, dan lain-lain.
2. Estimasi
biaya operasi
Biaya operasi umumnya diklasifikasikan
atas:
a. biaya langsung (segala
biaya yang terkait langsung dengan proses produksi mencakup biaya bahan
langsung dan biaya tenaga kerja langsung),
b. biaya tidak langsung (segala
biaya yang tidak terkait langsung dengan proses produksi mencakup biaya bahan
tak langsung, biaya tenaga kerja tak langsung) dan
c. biaya komersial (mencakup
biaya pemasaran, biaya administrasi).
3. Estimasi
pendapatan
Proyeksi pendapatan dapat dilakukan
dengan melakukan estimasi jumlah konsumen yang mampu diraih, serta pendapatan
yang diperoleh per konsumen yang terkait dengan komponen harga produk per unit.
Pada akhirnya dapat dilakukan evaluasi atas kelayakan suatu proyek secara finansial berdasarkan cash flow yaitu aliran kas yang akan dihasilkan oleh suatu proyek. Dasar evaluasi adalah menggunakan cash flow dan bukan menggunakan pendapatan, karena hanya kas-lah yang dapat dipergunakan oleh perusahaan kelak untuk membayar dividen atau dipergunakan untuk investasi kembali.
Tujuan utama laporan arus kas adalah menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan pembayaran kas sebuah perusahaan selama suatu periode meliputi:
1.
Aktivitas
Operasi (operating activities)
2.
Aktivitas
Investasi (investing activities)
3.
Aktivitas
Pembiayaan (financing activities)
Jenis-jenis cash flow yang dikaitkan
dengan suatu usaha terdiri dari:
1. Inital
cash flow atau lebih dikenal kas awal yang merupakan pengeluaran-pengeluaran
pada awal periode untuk investasi. Contoh biaya pra-investasi adalah pembelian
tanah, gedung, mesin peralatan, dan modal kerja.
2. Aliran
kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan
operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab
itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran
kas keluar (cash out flow).
3.
Aliran kas akhir
(Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa
proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu
penjualan peralatan proyek
Dengan adanya Laporan Laba/Rugi dan Neraca, kita bisa mengetahui posisi keuangan perusahaan pada saat tertentu (dilihat dari Neraca) dan mengetahui hasil aktivitas usaha (Laba atau Rugi) perusahaan untuk periode tertentu. Akan tetapi karena laporan keuangan sebagian besar menganut sistem accrual (pendapatan dan cost/biaya diakui pada saat transaksi terjadi meskipun realisasi kas belum terjadi).
Adapun fungsinya adalah untuk mengetahui realisasi kas
masuk dan keluar perusahaan, sehingga dapat diprediksi potensi realisasi kas di
masa yang akan datang (tingkat liquiditas). Termasuk juga untuk mengetahui
potensi kemampuan perusahaan untuk membagikan keuntungan perusahaan kepada
pemegang saham dalam bentuk kas (pembagian dividen).
Realisasi Kas (kas masuk/keluar) dikelompokkan ke dalam tiga jenis aktifitas, yang selanjutnya menjadi elemen Laporan Arus Kas, yaitu :
·
Aktifitas Operasi (Operating
Activities)
Arus kas (masuk/keluar) yang berasal
dari kegiatan utama perusahaan (yang biasa disebut operasional perusahaan),
yang tercermin dari Laporan Laba/Rugi perusahaan.
·
Aktifitas Investasi (Investing
Activities)
Arus kas (masuk/keluar) yang berasal
dari aktivitas-aktivitas investasi. Kegiatan yang digolongkan ke dalam kelompok
ini adalah semua kegiatan kas yang terkait dengan aktifitas pembelian/penjualan
aktiva perusahaan, penerimaan/pengeluaran kas terkait dengan piutang perusahaan
dengan entitas lain.
·
Aktifitas Pendanaan (Financing
Activities)
Arus kas yang berasal dari transaksi utang (kewajiban)
perusahaan, baik yang berupa penambahan maupun pelunasan utang. Arus kas yang
berasal dari penerbitan saham atau instrument sekuritas lainnya pun dimasukkan
ke dalam kelompok ini.
Masalah dalam penaksiran arus kas bukan hanya menyangkut akurasi taksiran, tetapi juga perlu memahami arus kas yang relevan. Per definisi, karena taksiran menyangkut masa yang akan datang. Maka selalu terbuka peluang untuk melakukan kesalahan. Kesalahan mungkin tidak sengaja dilakukan, tetapi mungkin juga sengaja dilakukan. Sponsor yanng sangat ingin proyek tersebut dilaksanakan, akan cenderung memberikan taksiran yang selalu optimis. Karena itulah diperlukan evaluasi oleh bagian keuangan. Tidak kalah pentingnya adalah penaksiran arus kas yang relevan. Bagian keuangan sering bartanggung jawab dalam masalah ini. Untuk menaksir arus kas yang relevan perlu diperhatikan hal-hal berikut:
·
Taksirlah arus kas atas
dasar setelah pajak. Perhatikan bahwa yang dinikmati oleh pemilik perusahaan
adalah kas masuk bersih setelah pajak.Taksirlah arus kas atas
dasar incremental atau selisih. Rencana peluncuran produk baru mungkin akan
mengakibatkan pengurangan penjualan produk lama (kanibalisme), lebih-lebih kalau produk-produk tersebut ternyata
mempunyai pasar yang sama. Dengan demikian perlu diperhatikan pengurang kas
masuk dari produk lama akibat peluncuran produk baru.
·
Taksirlah arus kas yang
timbul karena keputusan investasi. Arus kas karena keputusan pendanaan,
seperti membayar bunga pinjaman, mengangsur pokok pinjaman, dan pembayaran
dividen, tidak perlu diperhatikan. Perhatikan yang kita analisis adalah
profitabilitas investasi.
·
Jangan memasukkan sunk
cost (Biaya yang telah terjadi sehingga tidak akan berubah karena keputusan yang akan kita ambil).
Apa yang telah terjadi tidak mungkin berubah karena keputusan yang kita ambil.
Hanya biaya yang berubah karena keputusan kitalah yang relevan dalam analisis.
Seringkali dalam arus kas dipergunakan taksiran rugi laba sesuai dengan prinsip akuntansi, dan kemudian merubahnya menjadi taksiran atas dasar arus kas.Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas masuk dan kas keluar tersebut. Kegiatan perusahaan umumnya terdiri dari tiga jenis yaitu, kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan.
Kegiatan operasional untuk perusahaan dagang terdiri dari membeli barang dagangan, menjual barang dagangan tersebut serta kegiatan lain yang terkait dengan pembelian dan penjualan barang. Untuk perusahaan jasa, kegiatan operasional antara lain adalah menjual jasa kepada pelanggannya. Misalkan menjual jasa aeronautika dan non aeronautika. Kegiatan ini akan mengakibatkan terjadinya uang masuk untuk pendapatan dan aliran uang keluar untuk biaya. Baik pendapatan dan biaya yang terjadi telah dilaporkan dalam laporan laba rugi, namun besarnya pendapatan tersebut belum tentu sama dengan uang yang diterima karena perusahaan umumnya menggunakan dasar akrual untuk mengakui pendapatan. Demikian halnya dengan biaya, biaya yang dilaporkan laba rugi belum tentu sama dengan arus keluar untuk biaya tersebut.
Kegiatan investasi merupakan kegiatan membeli atau menjual kembali investasi pada surat berharga jangka panjang dan aktiva tetap. Jika perusahaan membeli investasi/aktiva tetap akan mengakibatkan arus keluar dan jika menjual investas/aktiva tetap akan mengakibatkan adanya arus kas masuk ke perusahaan.
Kegiatan keuangan atau ada yang menyebutnya kegiatan pendanaan, adalah kegiatan menarik uang dari kreditor jangka panjang dan dari pemilik serta pengembalian uang kepada mereka.
Terdapat dua bentuk penyajian laporan arus kas, yang pertama metode langsung dan yang kedua metode tidak langsung. Perbedaan antara kedua metode terletak pada penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi. Dengan metode langsung, arus kas dari kegiatan operasional dirinci menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk dan keluar dirinci lebih lanjut dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas. Sementara itu dengan metode tidak langsung, arus kas dari opersional ditentukan dengan cara mengoreksi laba bersih yang dilaporkan di laporan laba rugi dengan beberapa hal seperti biaya penyusutan, kenaikan harta lancar dan hutang lancar serta laba/rugi karena pelepasan investasi. Berikut ini diberikan contoh bentuk laporan arus kas dengan metode langsung dan metode tidak langsung.
Semula banyak pengguna laporan
keuangan yang lebih banyak mencurahkan perhatiannya pada laporan Laba Rugi dan
Neraca. Laporan Laba Rugi menggambarkan hasil usaha perusahaan selama periode
tertentu. Sementara itu Neraca menggambarkan posisi keuangan pada saat
tertentu. Akhir-akhir ini disadari cara mengelola kas perusahaan juga perlu
dievaluasi yaitu dengan cara mengevaluasi laporan arus kas.
Sebelum melihat bagaimana perusahaan dikelola kasnya, perlu disadari bahwa untuk membaca laporan keuangan secara tepat perlu dipahami cara penyajian informasi arus kas. Pada metode langsung, arus kas dari operasi dirinci sumber –sumbernya dan demikian juga dengan pengeluaran kas sehingga laporan itu akan mudah dipahami dengan tepat. Pada metode tidak langsung, laporan arus kas dari operasional diawali dengan net income, kemudian net income tersebut dikoreksi dengan hal-hal/item-item tertentu yang diperlakukan berbeda antara dalam penyusunan laporan laba rugi (yang menghasilkan net income) dengan laporan arus kas. Dalam menyusun laporan laba rugi perusahaan menggunakan akrual basis, sehingga mungkin pada tahun tertentu ada biaya yang telah diperlakukan sebagai biaya (expense), tapi pada tahun itu tidak terdapat pengeluaran kas. Hal-hal inilah yang dikoreksikan pada net income akan berubah menjadi net cashflows dari operasional. Dengan demikian jika biaya amortisasi dan depresiasi ditambahkan, janganlah diartikan bahwa depresiasi dan amortisasi secara fisik akan mengakibatkan adanya aliran kas masuk sebesar itu.
Sebelum melihat bagaimana perusahaan dikelola kasnya, perlu disadari bahwa untuk membaca laporan keuangan secara tepat perlu dipahami cara penyajian informasi arus kas. Pada metode langsung, arus kas dari operasi dirinci sumber –sumbernya dan demikian juga dengan pengeluaran kas sehingga laporan itu akan mudah dipahami dengan tepat. Pada metode tidak langsung, laporan arus kas dari operasional diawali dengan net income, kemudian net income tersebut dikoreksi dengan hal-hal/item-item tertentu yang diperlakukan berbeda antara dalam penyusunan laporan laba rugi (yang menghasilkan net income) dengan laporan arus kas. Dalam menyusun laporan laba rugi perusahaan menggunakan akrual basis, sehingga mungkin pada tahun tertentu ada biaya yang telah diperlakukan sebagai biaya (expense), tapi pada tahun itu tidak terdapat pengeluaran kas. Hal-hal inilah yang dikoreksikan pada net income akan berubah menjadi net cashflows dari operasional. Dengan demikian jika biaya amortisasi dan depresiasi ditambahkan, janganlah diartikan bahwa depresiasi dan amortisasi secara fisik akan mengakibatkan adanya aliran kas masuk sebesar itu.
Ada beberapa
kemungkinan pola aliran kas yang terjadi dalam perusahaan, yaitu:
- Semua
kegiatan (operasional, investasim dan keuangan) menghasilkan aliran kas
yang positif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan
tersebut lebih besar dari pengeluaran kas. Pada keadaan pertama semua
kegiatan menghasilkan penerimaan kas yang lebih besar daripada pengeluaran
kas. Tentu dalam jangka panjang akan terjadi saldo kas yang besar.
- Semua
kegiatan (operasional, investasi dan keuangan) menghasilkan aliran kas
yang negatif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan
tersebut lebih kecil dari pengeluaran kas. Ini kebalikan pola 1 di atas,
sehingga dalam jangka panjang cadangan kas yang ada akan habis.
- Kegiatan
operasional positif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan negatif.
Pada pola ketiga, perusahaan menggunakan kas dari operasional untuk
membayar hutang/pengembalian modal/membayar deviden dan untuk investasi.
Pola ini dapat dikatakan ideal dan banyak pengamat mengatakan ini adalah
keadaan penen kas.
- Kegiatan
operasional dan kegiatan investasi positif tetapi kegiatan keuangan
negatif. Sedangkan pada pola hasil penjualan investasi dan opersional
digunakan untuk membayar hutang mengembalikan modal.
- Kegiatan
operasional negatif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan positif. Ini
berarti perusahaan menggunakan sebagian investasi dan penarikan pinjaman
modal untuk membiayai operasional. Kegiatan ini tidak boleh dibiarkan
berlarut-larut.
- Kegiatan
investasi negatif sementara kegiatan operasional dan keuangan positif.
Perusahaan menggunakan cash dari operasional dan pinjaman/penarikan modal
untuk melakukan investasi.
- Kegiatan
opersional dan investasi negatif sedangkan kegiatan keuangan positif.
Perusahaan melakukan kegiatan operasional dan investasi yang sebagian
dibiayai dengan dana pinjaman atau penarikan modal. Sebagian dana juga
digunakan untuk operasional. Kondisi ini mungkin terjadi pada perusahaan
yang sedang tumbuh.
- Kegiatan
investasi positif tetapi kegiatan operasional dan keuangan negatif.
Perusahaan mungkin menjual investasi/aktiva tetap untuk memenuhi kebutuhan
operasional dan pembayaran hutang/pembayaran ke pemilik.


.jpg)
Komentar
Posting Komentar